VIRALKALTIM – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menegaskan bahwa Kutim harus bergerak cepat memaksimalkan potensi lokal sebagai langkah antisipasi menurunnya ketergantungan terhadap batu bara.
Ia menyebutkan, sektor perkebunan, pertanian, hingga produk budaya seperti batik dan kerajinan daerah kini menjadi fokus utama pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Nora, Kutim telah membawa berbagai produk lokal ke luar negeri dalam sejumlah agenda pameran internasional.
“Batik, kerajinan perisai, hingga topi tradisional sudah kita kenalkan. Sekaligus kita tampilkan event budaya Kutim agar semakin dikenal,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas jaringan promosi agar produk lokal semakin diterima di pasar global. Langkah ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih stabil.
Selain promosi, kata Nora, pembinaan bagi pelaku usaha juga terus diperkuat. Disperindag intens mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui pelatihan dan pendampingan.
“Kita bangga karena beberapa produk Kutim sudah masuk Belgia dan Belanda, seperti keripik pisang. Untuk makanan dan minuman lain, kita terus dorong agar bisa tembus pasar internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas serta daya saing produk menjadi fokus utama. Karena itu, setiap kecamatan diarahkan untuk memiliki produk unggulan. “Misalnya, pisang di Kaubun dan Kaliorang. Kita sangat bangga, namun kualitas harus terus kita jaga,” ujarnya.
Nora berharap masyarakat dan pelaku usaha terus berinovasi. “Kutim punya peluang besar. Yang terpenting kita konsisten membangun potensi lokal sebagai masa depan ekonomi daerah,” tutupnya.(dy)


















