VIRALKALTIM – Nanas yang dihasilkan di Kabupaten Kutiai Timur telah menarik perhatian dari negara Denmark yang memiliki permintaan yang sangat besar.
Dinas Koperasi dan UKM Melalui kepala bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (PUM) Pasombaran, menjelaskan bahwa pembeli dari Denmark telah menghubungi Genpro untuk menanyakan kemungkinan mengimpor nanas dari Kutim, karena nanas yang dihasilkan di daerah ini memiliki rasa yang manis dan segar yang cocok untuk pasar Eropa.
Namun, masalah utama adalah produksi nanas saat ini masih minim sehingga belum bisa memenuhi permintaan yang besar dari Denmark.
Pasombaran menambahkan bahwa sebagian besar petani nanas di Kutim masih lebih memilih menjual hasil taninya ke pasar tengkulak untuk mempercepat proses penjualan dan mendapatkan hasil segera, daripada menjualnya ke pelaku UMKM yang akan mengolahnya menjadi produk turunan.
“Ini menjadi masalah karena jika tidak ada penampungan, kita tidak bisa mengumpulkan jumlah nanas yang cukup untuk diolah dan diekspor,” ujarnya.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong petani nanas untuk menjual hasil taninya langsung ke pelaku UMKM yang telah disiapkan untuk menampungnya. Tim pendampingan juga memberikan pelatihan kepada petani tentang cara meningkatkan produktivitas tanaman nanas agar jumlah hasil panen bisa meningkat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM untuk membuat lebih banyak produk turunan dari nanas, seperti selai, kripik, dan sari nanas, yang lebih tahan lama dan mudah diekspor.
“Kita perlu bekerja sama antara petani dan pelaku UMKM agar bisa memenuhi permintaan pasar luar negeri,” jelas Pasombaran.
Harapannya, dalam waktu 1-2 tahun ke depan, produksi nanas dan turunannya akan meningkat cukup untuk memenuhi permintaan dari Denmark. (Adv/ss)


















