VIRALKALTIM – Narkoba atau narkotika dan obat-obatan terlarang, merupakan masalah serius yang mengancam generasi muda. Tak hanya dalam kota, namun merambah ke pedesaan. Tak hanya orang dewasa, namun ke generasi muda.
Parahnya, penggunaan narkoba tidak hanya bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental orang-orang muda, tapi juga menghancurkan masa depan mereka.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjerumus ke barang haram tersebut. Diantaranya seperti tekanan teman sebaya, eksperimen, perasaan ingin tahu, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya narkoba. Selain itu, tekanan akademik, masalah emosional, dan ketidakstabilan sosial juga bisa menjadi faktor yang memperburuk situasi.
Dikatakan Ketua DPRD Kutim, Joni, ada banyak dampak buruk bahaya narkoba. Yakni gangguan kesehatan fisik. Banyak jenis obat terlarang tersebut yang memiliki efek merusak pada organ tubuh, seperti hati, paru-paru, dan otak.
Kemudian, gangguan kesehatan mental.Karena obat-obatan terlarang bisa mengganggu perkembangan otak orang-orang berusia muda, risiko mereka mengalami gangguan kesehatan mental pun meningkat.
“Hubungan sosial terganggu. Bahaya penyalahgunaan narkoba juga bisa memengaruhi hubungan sosial generasi muda. Obat-obatan tersebut menyebabkan perubahan perilaku, ketidakstabilan emosional, dan ketidakmampuan untuk menjaga hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, dan masyarakat sekitar,” kata politisi PPP itu.
Selanjutnya, terlibat dalam perilaku berisiko. Bahaya penyalahgunaan obat terlarang juga bisa membuat orang-orang muda tidak bisa memiliki penilaian atau pemikiran yang baik dalam interaksi sosial dan pribadi.
“Termasuk dapat keterlibatan dalam kriminalitas. Berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang juga bisa meningkatkan risiko terlibat dalam kegiatan kriminal,” katanya.
Untuk itu, Joni menyarankan agar kiranya anak muda banyak terlibat ke hal positif. Baik ke bidang pekerjaan, kerajinan, usaha, dan lainnya.
“Hindari hal negatif kita lakukan kegiatan. Kadang tidak ada kegiatan, banyak isu negatif bisa terbawa. Makanya harus banyak kegiatan. Hal negatif bisa tercegah,” katanya. (adv)


















