VIRALKALTIM – Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) direncanakan kembali digalakkan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2027 mendatang. Program yang merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan tersebut diharapkan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutim.
Pada tahap awal, GSMS ditargetkan dapat diterapkan sedikitnya di lima sekolah sebagai sekolah perdana. Jumlah tersebut diharapkan dapat terus bertambah apabila dukungan anggaran dan kesiapan program memungkinkan.
“Harapan kita tentu mendapat dukungan dari pemerintah. Mungkin awalnya lima sekolah perdana. Kalau anggaran mendukung, bisa lebih meningkat,” ujarnya.
Program GSMS diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai seni dan budaya lokal kepada generasi muda Kutim.
Menurutnya, perkembangan budaya global membuat anak-anak semakin akrab dengan berbagai budaya populer, termasuk K-pop. Karena itu, pengenalan seni dan budaya lokal perlu dilakukan sejak usia sekolah agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya tahunya K-pop dan lainnya. Kita ingin seni lokal juga mereka kenal dan cintai,” katanya.
GSMS nantinya melibatkan berbagai jenis seniman untuk memperkenalkan praktik kesenian secara langsung kepada siswa. Seniman profesional akan berkolaborasi dengan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler, sehingga siswa dapat belajar langsung dari para pelaku seni.
Jenis seni yang diperkenalkan dapat mencakup tari, musik, teater hingga seni kriya. Selain memperkaya pengalaman belajar siswa, program ini diharapkan mampu menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta seni di kalangan pelajar.
Pelaksanaan GSMS juga akan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sehingga tercipta ekosistem kebudayaan yang lebih kuat di Kutim.
Selain GSMS, tahun ini juga direncanakan adanya pelatihan bagi guru terkait muatan lokal Bahasa Kutai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran budaya daerah di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, seni dan budaya lokal diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah generasi muda Kutai Timur.(adv/dy)


















