VIRALKALTIM – PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur menggelar Workshop Membaca Karakter & Kesehatan Mental Siswa di SMK Negeri 1 Bengalon Kelas Muara, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 90 tenaga pendidik dari 10 sekolah di Kecamatan Bengalon sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru dalam memahami karakter dan kebutuhan peserta didik.
Workshop menghadirkan Eva Dipanti Tumba dari Golda Institute sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai keberagaman karakter individu serta pentingnya memahami kebutuhan siswa sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pendekatan pembelajaran.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam workshop adalah pengenalan karakter berdasarkan golongan darah. Materi tersebut digunakan sebagai sarana bagi peserta untuk mengenali adanya perbedaan karakter, pola komunikasi, serta respons setiap individu dalam menghadapi suatu situasi.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mengikuti sesi praktik dengan dibagi ke dalam kelompok berdasarkan golongan darah masing-masing. Melalui diskusi dan aktivitas kelompok, para guru diajak mengamati secara langsung berbagai pola interaksi yang muncul di antara peserta.
Metode tersebut membuat peserta tidak hanya memperoleh penjelasan dari narasumber, tetapi juga mengalami sendiri proses mengenali perbedaan karakter melalui kegiatan yang interaktif.
Koordinator SMK Negeri 1 Bengalon Kelas Muara, Semuel Kendek, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, peningkatan kemampuan guru dalam memahami karakter siswa menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan, khususnya di wilayah Muara Bengalon.
“Workshop seperti ini sangat baik dilaksanakan, khususnya di wilayah Muara Bengalon. Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami karakter siswa yang mereka hadapi. Dengan pemahaman tersebut, kami berharap proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif dan setiap siswa dapat lebih maksimal dalam mengembangkan kemampuannya,” ujar Semuel.
Hal senada disampaikan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Bengalon, Sugiri. Ia menilai setiap siswa memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran tidak selalu dapat diterapkan dengan pola yang sama.
“Tidak semua siswa dapat kita perlakukan dengan metode pembelajaran yang sama. Ada siswa yang dapat langsung memahami materi, tetapi ada juga yang membutuhkan pendekatan berbeda. Melalui workshop ini, kami berharap para guru semakin mampu memahami kebutuhan siswanya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan turut mendukung lahirnya generasi penerus yang lebih baik,” kata Sugiri.
Ditemui pada kesempatan terpisah, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Agung Jati, mengatakan bahwa penguatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui dukungan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk proses tumbuh dan belajar siswa. Melalui workshop ini, kami berharap para guru memperoleh tambahan wawasan dan tools untuk memahami karakter serta kebutuhan siswanya dengan lebih baik, sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya secara optimal,” ujar Agung.
Melalui Workshop Membaca Karakter & Kesehatan Mental Siswa, PAMA berharap tenaga pendidik semakin memiliki pemahaman terhadap keberagaman karakter siswa. Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, proses pendidikan diharapkan dapat menjadi ruang yang mendukung tumbuhnya potensi setiap anak secara optimal.(adv/dy)


















