VIRALKALTIM – Andi Muriati, warga Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, terus menunjukkan ketekunannya dalam mengembangkan usaha rumahan berbasis olahan aren.
Selain memproduksi gula merah aren, ia juga mengolah kripik pisang gula sebagai tambahan sumber penghasilan. Usaha ini telah ia jalani selama kurang lebih enam tahun dengan penuh konsistensi.
Dalam proses produksinya, Andi mengandalkan hasil panen nira dari sekitar 10 pohon aren yang mampu menghasilkan hingga 60 liter per hari. Gula aren yang diproduksinya memiliki ciri khas tersendiri karena dibungkus menggunakan daun rotan, sehingga menghasilkan aroma yang lebih harum dan kualitas yang lebih baik. “Kalau daun lain tidak bagus. Bahkan bisa meleleh,” katanya.
Produk tersebut dijual dengan harga Rp15 ribu, sementara di pasaran bisa mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu. Adapun gula tanpa balutan daun dijual dengan harga sekitar Rp12 ribu.
Meski demikian, ia mengaku masih menghadapi kendala dalam menjalankan usahanya, terutama terkait ketersediaan kayu bakar sebagai bahan utama proses produksi.
Harga kayu bakar yang mencapai Rp150 ribu per mobil menjadi beban tersendiri bagi keberlangsungan usahanya. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bertahan dan berkembang.
Keberhasilan Andi Muriati hingga saat ini tidak lepas dari dukungan pemerintah serta kontribusi PT Indexim Coalindo. “Kami juga dapat bantuan dari perusahaan. Termasuk pembungkus atau kemasan gula,” katanya.
Dengan semangat dan kerja keras, ia mampu memperluas pemasaran produknya hingga ke berbagai daerah. Ke depan, ia berharap adanya bantuan khusus dari pihak terkait untuk pengembangan usaha gula aren, mengingat permintaan pasar yang terus meningkat, baik di tingkat lokal maupun luar daerah.(*)


















