VIRALKALTIM — Untuk memperkuat sektor wisata, Dinas Pariwisata Kutai Timur melakukan pemetaan ulang potensi wisata alam di sejumlah kecamatan.
Langkah ini untuk memastikan pengembangan destinasi berjalan terarah. Banyak lokasi alam yang belum terkelola optimal. Pemetaan dilakukan secara bertahap.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa Kutim memiliki kekayaan alam yang luas. Mulai dari pantai, air terjun, hutan, hingga spot pengamatan satwa.
“Kita ingin memastikan semua potensi terdata dengan baik,” ujarnya. Data ini akan digunakan sebagai dasar program pengembangan wisata.
Pemetaan mencakup akses jalan, fasilitas dasar, dan kesiapan masyarakat. Banyak lokasi menarik tetapi sulit dijangkau. Hal ini menjadi tantangan utama pengembangan wisata alam.
Dispar ingin menentukan mana destinasi yang siap dikembangkan lebih dulu. Prioritas akan diberikan pada lokasi dengan potensi ekonomi tinggi.
Selain itu, Dispar juga menilai keberlanjutan lingkungan sebagai faktor penting. Wisata alam tidak boleh merusak ekosistem. Pengelolaan harus mengikuti prinsip konservasi. Setiap rencana pengembangan wajib mempertimbangkan daya dukung lingkungan.
Kutim ingin mempertahankan keasrian alamnya. Komunitas lokal akan dilibatkan dalam pemetaan potensi. Masyarakat lebih memahami karakter wilayahnya. Mereka juga merupakan pihak yang akan merasakan manfaat langsung.
Kolaborasi ini diperlukan agar pengembangan destinasi berjalan selaras dengan kepentingan warga. Nurullah berharap pemetaan ini dapat melahirkan destinasi baru yang kompetitif.
“Kutim punya banyak spot menarik, tinggal kita kelola dengan benar,” katanya. (Adv/ss)


















