VIRAL KALTIM, KUTIM- Tanya jawab antara Pemkab Kutim dan media sempat terhenti. Sedikit hening. Ya, salah satu narasumber Corona, Kepala Dinas Kesehatan Bahrani Hasanal memangis. Ia meneteskan air mata. Belum tau pasti apa yang dipikirkan.
Namun dirinya bersedih lantaran banyaknya masyarakat yang kian membesarkan masalah ini. Bahkan terkesan menyudutkan.Drinya paham, bahwa ujian ini cukup berat. Namun, dirinya berharap agar masyarakat tenang.
Kuncinya kata dia, jangan keluar rumah jika tak memiliki kepentingan. Karena jika terjangkau maka akan menjadi beban bari bagi tenaga kesehatan. Biarkan ahlinya yang bekerja. Warga cukup mengikuti himbauan pemerintah. “Banyak yang datang ke saya. Perawat ketakutan. Mereka lapor,” kata Bahrani.
Mantan Dirut RSUD Kudungga itu meminta kepada semua masyarakat agar dapat bekerjasama. Pemerintah menghimbau, kesehatan melayani, warga cukup diam di rumah. Ini merupakan permintaan sederhana untuk mengurangi penyebaran Corona. “Bapak ibu silahkan diam di rumah. Biar kami yang bekerja,” katanya.
Dirinya juga mengaku, jika fasilitas kesehatan sudah dipesan. Khususnya yang dibutuhkan masyarakat. Anggaran sudah tersedia. “Hanya barangnya saja yang sulit. Kita berdoa awal april sudah ada,” katanya.
Saat ini kata dia, semua tenaga kesehatan berperang. Meskipun tanpa alat perang. Itulah yang harus diapresiasi. “Mari kita berikan dukungan kepada mereka. Semoga saja mereka sehat selalu. Mereka sama seperti kita. Punya keluarga. Untuk itu kami minta kerjasamanya,” katanya. (dy/adv)


















