VIRALKALTIM- Pemkab Kutim menggelar Coffee Morning, Senin, (14/11/2022) di Ruang Meranti Perkantoran Bukit Pelangi. Terungkap, laporan dari beberapa instansi hingga kecamatan menyatakan jika serapan pembangunan rata-rata 80-90 persen.
Sedangkan serapan anggaran rata-rata 60 persen. Jadi, progres antara keuangan dan fisik berbeda. Jauh lebih cepat pisik dari pada keuangan. Diantara sebab karena pengerjaan memang lebih didahulukan sebelum pembayaran.
Dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Pemkesra) Sekkab Kutai Timur (Kutim), Poniso Suryo Renggono mengatakan namun hasil laporan pengerjaan hingga akhir mencapai ditarget 100 persen.
“Intinya semaksimal mungkin untuk melaksanakan 100 persen. Itu saya tangkap yang di sampaikan OPD,” katanya.
Katanya juga, pihaknya tengah memperioritaskan serapan pembangunan maupun anggaran untuk beberapa dinas. Diantaranya, Dinas PU, Perkim, Disdik, Dinas Kesehatan, dan RSUD.
“Insya Allah, akhir tahun ini semaksimal mungkin diselesaikan. Karena sudah siap. Harapan kita meningkatkan,” katanya.
Jika tak terserap secara keseluruhan, maka dipastikan menjadi SiLPA. Berdasarkan Permendagri nomor 13 tahun 2006 dan nomor 77 tahun 2020, Silpa adalah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang selanjutnya disingkat SiLPA. Adalah selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran.
“Kalau tak terserap, maka kami minta menyampaikan kronologi, kendala apa, permasalah apa. Kemudian dilaporkan ke Bupati, Wakil Bupati ,Sekda. Jadi harus punya argumentasi. Apakah faktor SDM, teknis, atau apa,” kata mantan Camat Rantau Pupung itu. (dy)


















