VIRALKALTIM – Dinas Perhubungan Kutai Timur menghadapi kebutuhan regenerasi pegawai seiring berkurangnya jumlah personel di lingkungan organisasi tersebut. Sejumlah pegawai telah memasuki masa purna tugas, sehingga ketersediaan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian untuk menjaga pelaksanaan tugas Dishub ke depan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, menyebut berkurangnya personel mulai menjadi kendala dalam mendukung kebutuhan operasional. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan pegawai yang secara bertahap memasuki masa pensiun.
Menurut Masrianto, keterbatasan jumlah pegawai tidak membuat pelaksanaan tugas dihentikan. Dishub tetap berupaya menjalankan tanggung jawab yang ada sambil menyiapkan langkah untuk memenuhi kebutuhan personel dalam jangka panjang.
“Kalau secara kebutuhan personel, saat ini juga mengalami penurunan dikarenakan banyak beberapa pegawai di Dishub ini sudah masuk purna tugas. Ini juga menjadi kendala Dishub ke depan dalam melaksanakan tugas,” ujar Masrianto.
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah adalah memperkuat regenerasi melalui pendidikan kedinasan bidang transportasi. Pemkab Kutai Timur telah menjalin kerja sama dengan BPSDM Kementerian Perhubungan untuk membuka jalur pembibitan calon tenaga perhubungan.
Kerja sama tersebut memberikan kesempatan bagi Kutai Timur memperoleh kuota pola pembibitan taruna perhubungan pada 2027. Sebanyak 10 siswa disiapkan untuk mengikuti jalur pendidikan tersebut sesuai skema yang telah disepakati pemerintah daerah bersama pihak Kementerian Perhubungan.
Masrianto mengatakan program itu menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga yang memiliki latar belakang pendidikan dan kompetensi di bidang perhubungan. Kehadiran lulusan baru diharapkan dapat membantu mengisi kebutuhan SDM ketika regenerasi pegawai berlangsung.
“Melalui Bapak Bupati Kabupaten Kutai Timur dan juga Bapak Sekretaris Daerah sudah menandatangani MOU dan PKS di Semarang. Kutai Timur mendapatkan kuota pola pembibitan taruna perhubungan di 2027 sebanyak 10 siswa,” katanya.
Para peserta yang nantinya menyelesaikan pendidikan diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga dapat kembali memberikan kontribusi di daerah. Pemerintah daerah berharap lulusan program tersebut nantinya dapat mengabdi di Kutai Timur, terutama pada lingkungan Dinas Perhubungan.
Langkah tersebut menjadi salah satu persiapan jangka panjang Dishub Kutim menghadapi perubahan komposisi pegawai. Dengan menyiapkan calon tenaga sejak awal, kebutuhan personel di bidang perhubungan diharapkan dapat diisi secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan pelayanan transportasi daerah.(mel/adv)


















