VIRALKALTIM– Pemkab Kutim tengah gencar melakukan promosi terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahkan hampir semua instansi mempromosikan UMKM di Kutim. Tak hanya Dinas Koperasi dan UMKM saja.
UMKM mulai digalakkan pasca terjadinya musibah covid 19. Yang mana beberapa UMKM banyak yang gulung tikar. Untuk membangkitkan hal itu, Pemkab Kutim melalui instansi terkait gencar melakukan program pembangunan.
Hasilnya, banyak produk anyar yang dihasilkan. Sebut saja Frutiboks dan Kalbana yang digaungkan oleh warga Kaliorang melalui PT. Indexim Coalindo. Kemudian produk andalan PT. PAMA yang sudah tembus luar negeri. Ialah Jahe, Amplang Pedas, Bagelan Labu, Keripik Pisang, dan Stik Selada.
Tentu saja masih banyak lagi olahan lokal yang yang dihasilkan oleh pelaku usaha rumahan. Gencarnya gelaran UMKM maka menambah semangat bagi pelaku usaha. Perputaran keuangan pun dianggap meningkat.
Hal itulah yang membuat Anggota DPRD Kutim, Yosep Udau merasa bangga. Kata dia, UMKM di Kutim sangat meningkat. Dari data Dinas Koperasi Koperasi, pada tahun 2023, jumlah UMKM 6 ribu lebih. Pada 2024 ini naik menjadi 9 ribu.
“Tentu saja kita sangat mendukung hal ini. Pelaku usaha wajib didukung. Kami harap terus digalakkan pelaku UMKM,” katanya.
Yosep berharap, semua fasilitas UMKM wajib direalisasikan. Seperti pelatihan pengelolaan sesuai dengan keahlian, pengepakan produk, sertifikasi, hingga pasar. Pasar inilah yang paling utama.
“Semua harus saling mendukung. Sehingga Kutim melahirkan produk lokal yang dapat diandalkan dan menjadi konsumsi bagi semua,” katanya. (adv)


















