VIRALKALTIM– PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur (Kutim) kembali mempertegas komitmen keberlanjutannya di bidang kesehatan masyarakat melalui realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program intervensi ini menjadi wujud nyata dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui optimalisasi fungsi posyandu yang berada di wilayah operasional perusahaan.
Pada implementasi kali ini, PAMA bantuan PMT secara komprehensif kepada 14 Posyandu yang tersebar di tiga desa tersebut. Secara rinci, bantuan dialokasikan untuk 5 Posyandu di Desa Swarga Bara, 8 Posyandu di Desa Singa Gembara, dan 1 Posyandu di Desa Sangatta Utara.
Perwakilan Posyandu Rosela, Jeni Baraka, mengapresiasi inisiatif ini dan menyatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai edukasi yang tinggi bagi masyarakat Kutim dalam menerapkan pola pemenuhan gizi seimbang melalui konsumsi makanan sehat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi yang solid antara kader posyandu sebagai garda terdepan dan perusahaan perlu dilakukan guna memastikan intervensi gizi bagi anak-anak berisiko stunting dapat berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian PAMA yang telah berkenan memberikan stimulus PMT bagi masyarakat kami,” ujar Jeni.
Senada dengan hal tersebut, Dewi, salah satu kader dari Posyandu Tulip, turut menyampaikan apresiasinya atas kontribusi nyata PT PAMA.
Momentum ini diharapkan dapat memicu para kader posyandu untuk tampil lebih aktif, responsif, dan integratif dalam mengawal tumbuh kembang anak, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dalam memutus rantai keterlambatan pertumbuhan anak di wilayah Kutai Timur.
“Semoga melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan PT PAMA, kita dapat menekan angka stunting di daerah ini secara konsisten dan signifikan,” tuturnya.
Diwawancarai secara terpisah, CSR Dept Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutim, Agung Jati, menegaskan bahwa penanggulangan stunting dan pemenuhan gizi anak merupakan salah satu program prioritas dalam roadmap CSR.
PAMA memandang bahwa investasi pada sektor kesehatan anak usia dini adalah langkah fundamental untuk mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
“Kami sangat berharap, melalui kolaborasi yang terstruktur ini, prevalensi dan jumlah anak yang mengalami stunting di wilayah ini dapat terus berkurang secara progresif,” pungkas Agung Jati.(*)


















