VIRALKALTIM — PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur bersama Puskesmas Teluk Lingga memulai rangkaian Assessment Posyandu Champion pada 24 Juni 2026 di Posyandu Tulip Desa Swarga Bara, dilanjutkan dengan posyandu lainnya yang juga merupakan bagian dari posyandu binaan PT PAMA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari ajang kompetisi Posyandu Champion yang bertujuan menilai kompetensi kader posyandu sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Posyandu Champion diikuti oleh 21 posyandu yang berasal dari lima desa binaan, yakni Swarga Bara, Sangatta Utara, Singa Gembara, Muara Bengalon, dan Sepaso Selatan.
Program yang merupakan kolaborasi antara PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Puskesmas Teluk Lingga, dan Puskesmas Sepaso ini sebelumnya diawali dengan rangkaian sosialisasi teknis yang dilaksanakan pada April hingga Mei 2026.
Memasuki tahap assessment, setiap posyandu dinilai berdasarkan kompetensi kader, penyelenggaraan layanan posyandu, serta pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Seluruh rangkaian penilaian dijadwalkan berlangsung hingga Agustus 2026.
Melalui assessment ini, setiap kader mengikuti serangkaian penilaian untuk melihat kemampuan dalam memberikan pelayanan posyandu, mulai dari pemahaman terhadap alur pelayanan, administrasi, hingga penyampaian edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Selain menjadi bagian dari kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi agar kader dapat mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan pelayanan di posyandu masing-masing.
Perwakilan Puskesmas Teluk Lingga, Riska, mengatakan bahwa assessment menjadi momentum untuk melihat perkembangan kompetensi kader sekaligus memperkuat kualitas pelayanan posyandu.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menilai pemahaman kader baru terhadap pelayanan posyandu, sekaligus menjadi sarana penyegaran pengetahuan bagi kader yang sudah lama bertugas. Harapannya, seluruh kader dapat memberikan pelayanan yang semakin baik dan sesuai dengan standar,” ujarnya.
Ketua Posyandu Tulip, Dewi Fathonah, menyambut baik pelaksanaan Posyandu Champion. Menurutnya, proses assessment memberikan manfaat bagi kader untuk terus meningkatkan kompetensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kompetisi ini kami tidak hanya dinilai, tetapi juga memperoleh masukan terhadap hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Feedback yang diberikan menjadi bahan evaluasi bagi setiap kader agar pelayanan posyandu kepada masyarakat dapat semakin baik,” katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Agung Dwi, mengatakan bahwa Posyandu Champion merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas kader posyandu.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu para kader memahami apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih perlu ditingkatkan. Dengan begitu, kader dapat terus mengembangkan kemampuannya sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Melalui Program Posyandu Champion, PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur bersama Puskesmas Teluk Lingga dan Puskesmas Sepaso berharap dapat terus mendorong peningkatan kompetensi kader posyandu di wilayah binaan.
Dengan kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik, pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.(*)


















