VIRALKALTIM — Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distranaker) Kutai Timur, Roma Malau, menegaskan komitmennya dalam membela para pekerja yang menghadapi persoalan ketenagakerjaan. Ia kembali meminta PT PAMA agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan, terutama setelah laporan masuk mengenai dua pekerja yang sudah diberhentikan dan satu lainnya menerima SP3.
Roma menyampaikan bahwa setiap kebijakan terkait pekerja harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Menurutnya, perusahaan perlu menghadirkan kebijakan yang lebih bijak agar kesejahteraan pekerja dan keluarganya tetap terjaga. “Yang perlu diingat adalah memanusiakan manusia. Itulah amal jariyah kita. Saya mohon itu dipertimbangkan lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat berharap PT PAMA dapat mengkaji ulang keputusan PHK tersebut. Roma meminta perusahaan membuka ruang diskusi agar solusi terbaik dapat ditemukan tanpa merugikan kedua belah pihak. “Kita mohon semua bisa dibicarakan. Tolonglah,” ucapnya.
Roma juga mengungkapkan bahwa banyak keluhan datang dari para ibu-ibu pekerja, terutama terkait penerapan Jam Operator Personal Assistant (OPA). Sejumlah pesan yang masuk ke ponselnya menggambarkan keresahan keluarga pekerja yang terdampak aturan tersebut. “Banyak ibu-ibu WA saya. Kami mohon semua bisa dibicarakan,” katanya.
Menurut Roma, suara para ibu rumah tangga itu menjadi pertimbangan besar dalam dirinya memperjuangkan nasib para pekerja. Ia merasa bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan dinas, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup keluarga yang menggantungkan pendapatan dari para pekerja tersebut.
Bagi Roma, amanah yang ia emban membuatnya tidak hanya berperan sebagai pejabat, tetapi juga sebagai seseorang yang memahami perasaan para istri dan keluarga pekerja. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan alasan untuk menutup mata terhadap kesulitan masyarakat. “Saya tak merasa pejabat, saya pelayan,” tegasnya.
Dengan sikap ini, Distranaker Kutim berharap adanya jalan tengah yang bisa ditempuh antara perusahaan dan pekerja. Roma menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses dialog dan memastikan setiap pekerja mendapatkan perlakuan yang adil dan manusiawi. (dy)


















