VIRALKALTIM– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali melakukan rotasi dan mutasi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama. Lima pejabat resmi menempati jabatan baru sebagai bagian dari penyegaran sekaligus penguatan organisasi pemerintahan daerah.
Kelima pejabat tersebut dilantik berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutim Nomor T-800.1.3.3/327/BKSDM-MUT.
Adapun pejabat yang mengalami rotasi yakni Ade Ahmad Yulkafilah yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Selanjutnya, Dyah Ratnaningrum yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, kini menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Kemudian Idam Kholid dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten (Sesdakab) Bidang Administrasi Umum.
Sementara itu, Failu yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), kini ditugaskan sebagai Staf Ahli Bupati Kutim Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum, dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Sedangkan Nora Ramadani, yang sebelumnya menjabat Kepala Disperindag, kini dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Kutim Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan.
Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran sekaligus memperkuat organisasi pemerintahan daerah.
Menurutnya, pergantian jabatan tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan struktur organisasi, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pergantian ini jangan hanya dimaknai sebagai perubahan struktur, tetapi harus membawa peningkatan kinerja aparatur,” demikian penekanan Bupati dalam kesempatan tersebut.
Ardiansyah berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Selain itu, seluruh pejabat diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta bekerja secara profesional dalam mendukung program pembangunan Kabupaten Kutai Timur.
Mutasi dan rotasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan, memperkuat pelayanan publik, serta memastikan roda pemerintahan berjalan semakin optimal.(*)


















