VIRALKALTIM – Kabupaten Kutai Timur kembali menorehkan prestasi dalam ajang pameran pembangunan tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Pada Kaltim Expo 2026, Kutai Timur berhasil meraih Juara 2 Stand Terinformatif.
Kaltim Expo 2026 diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan ADW Bersaudara. Pameran tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-18 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam keikutsertaannya, Pemkab Kutai Timur melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait. Di antaranya Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perkebunan, Dinas Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian Setkab, serta perangkat daerah lainnya.
Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur menjadi leading sector dalam keikutsertaan Kutai Timur pada pameran tersebut.
Berbagai produk UMKM dari sejumlah kecamatan di Kutai Timur turut ditampilkan. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pengembangan dan pemasaran produk lokal.
Penghargaan Juara 2 Stand Terinformatif pada Kaltim Expo 2026 menambah deretan prestasi Kutai Timur dalam berbagai ajang pameran. Bahkan, Kutai Timur tercatat konsisten meraih penghargaan setiap mengikuti sejumlah pameran.
Untuk diketahui, Pada 2023, DPMPTSP Kabupaten Kutai Timur berhasil meraih peringkat ketiga dalam Investment Award yang diselenggarakan DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur.
Kemudian pada 2024, Kutai Timur meraih Juara 1 Kategori Stand Terbaik dalam ajang Indonesia Tourism and Trade Investment Expo 2024.
Prestasi kembali diraih pada 2025 melalui Juara 1 Kaltim Expo 2025 kategori Desain Terbaik Kabupaten/Kota.
Ke depan, DPMPTSP Kutai Timur juga berencana mendorong kegiatan business matching apabila memungkinkan. “Kegiatan tersebut akan menyasar para top manager perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur,” ujar Kadis DPMPTSP Kutim Novian Prananta melalui Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Elieser STR.
Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah ingin mendorong perusahaan agar tidak hanya menjalankan kegiatan usaha berbasis produksi bahan mentah, tetapi juga mengembangkan bisnis pada sektor hilirisasi.
Salah satu kawasan yang akan ditawarkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kecamatan Kaliorang sebagai lokasi potensial untuk pengembangan usaha dan investasi sektor hilirisasi.
“Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi investasi sekaligus meningkatkan nilai tambah potensi sumber daya dan produk unggulan Kutai Timur,” lanjutnya. (*)


















