VIRALKALTIM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaksanakan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) yang diikuti oleh kader PKS di wilayah Kutai Timur.
Kegiatan ini bertujuan membekali kader perempuan dengan kesiapan mental, ketahanan fisik, serta keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi darurat dan kegiatan kemanusiaan.
Dalam pelatihan tersebut, terdapat tiga pondasi utama yang ditanamkan kepada para peserta, yakni mental baja, fisik prima, serta keterampilan atau skill.
Pondasi pertama adalah mental baja, yaitu membentuk ketenangan, ketangguhan, dan sikap solutif dalam menghadapi berbagai tantangan maupun situasi darurat. Kader diharapkan mampu mengambil sikap secara tepat, tetap tenang, dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.
Pondasi kedua adalah fisik prima. Kebugaran dan ketahanan tubuh menjadi bagian penting agar kader mampu menjalankan berbagai peran dan aktivitas dengan baik. Kesiapan fisik juga diperlukan untuk mendukung keterlibatan kader dalam kegiatan sosial serta aksi kemanusiaan.
Sementara itu, pondasi ketiga adalah keterampilan praktis. Materi yang ditekankan meliputi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), mitigasi bencana, evakuasi, kedisiplinan, hingga kepemimpinan. Berbagai keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi kader untuk berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.
Ketua DPD PKS Kutai Timur, Akhmad Wasrip Setiyono, S.T., dalam pesannya mengingatkan para kader agar tetap berpegang teguh pada lima rumah perjuangan PKS. Kelima rumah tersebut meliputi rumah tangga, rumah ibadah, rumah PKS, rumah kebangsaan, dan rumah kemanusiaan.
Menurutnya, kelima pondasi perjuangan tersebut harus menjadi pedoman dalam menjalankan peran, baik di lingkungan keluarga, organisasi, kehidupan berbangsa maupun dalam pelayanan kemanusiaan.
“Modal besar kita adalah kader yang militan dan struktur yang solid. Lima rumah perjuangan PKS harus terus diperjuangkan dan dilaksanakan,” katanya.
Ia menegaskan, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada soliditas struktur dan semangat kader, tetapi juga pada konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai perjuangan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui Latansa, DPD PKS Kutim berharap para kader perempuan semakin siap menghadapi berbagai tantangan, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta mampu mengambil peran dalam penanganan situasi darurat dan kegiatan kemanusiaan.
“Pelatihan ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kedisiplinan, kepemimpinan, dan kebersamaan antarkader, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (dy)


















