VIRALKALTIM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), dengan Dokter Novel Tyty Paembonan sebagai salah satu tokoh sentral, menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang berjalan lambat dan bahkan terancam mangkrak.
Novel, anggota DPRD Kutim, mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini.
Dalam pernyataan yang disampaikan Novel , DPRD Kutim menyoroti bahwa keterlambatan proyek bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng citra pemerintah daerah. Beberapa proyek strategis, seperti pembangunan jalan lingkar dan peningkatan sistem drainase perkotaan, dilaporkan jauh dari target yang ditetapkan.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat anggaran daerah terbuang percuma untuk proyek-proyek yang tidak jelas penyelesaiannya,” katanya.
“Evaluasi harus dilakukan secara transparan dan melibatkan semua pihak terkait, termasuk kontraktor, konsultan pengawas, dan dinas-dinas teknis,” lanjunya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dan koordinasi antar instansi sebagai penyebab utama keterlambatan proyek. Ia meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas sistem pengawasan dan memastikan setiap proyek memiliki target yang jelas dan terukur.
Selain itu, Novel mendesak pemerintah daerah untuk memberikan sanksi tegas kepada kontraktor yang lalai dalam melaksanakan tugasnya. Ia juga meminta agar pemerintah daerah lebih selektif dalam memilih kontraktor dan memastikan hanya perusahaan yang memiliki rekam jejak baik yang diberikan kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek strategis.
“Kami ingin melihat perubahan nyata dalam pengelolaan proyek infrastruktur di Kutim,” tegasnya.
“Kami akan terus mengawasi dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah, tetapi kami juga tidak akan ragu untuk mengkritik jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.”
DPRD Kutim, dengan arahan dari Novel, berjanji akan terus memantau perkembangan proyek-proyek infrastruktur dan secara berkala melakukan evaluasi untuk memastikan semua proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (dy/adv)


















