VIRALKALTIM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur (Kutim) memfokuskan langkah tahun ini pada percepatan standardisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak. Fokus tersebut menjadi bagian dari aksi perubahan yang tengah dijalankan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni.
Rita Winarni menjelaskan, percepatan standardisasi SRA dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kutim. Menurut Rita, upaya tersebut ditempuh melalui audit mandiri dan pendanaan berjenjang sebagai bagian dari program yang sedang dijalankannya.
“Terkait percepatan standarisasi satuan pendidikan ramah anak melalui audit mandiri dan pendanaan berjenjang,” kata Rita saat diwawancarai media viralkaltim.
Menurut Rita, proses menuju standardisasi dilakukan secara bertahap melalui penilaian audit mandiri. Sekolah yang menjadi percontohan akan mengikuti tahapan tersebut untuk melihat perkembangan dan kesesuaiannya sebelum memperoleh penetapan lebih lanjut.
Rita mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya juga menyiapkan pelatihan fasilitator daerah SRA. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Ruang Kominfo dan menjadi salah satu agenda dalam aksi perubahan yang sedang ia laksanakan.
Dalam keterangannya, Rita menyebut fasilitator daerah dibentuk karena keterbatasan narasumber atau fasilitator nasional yang selama ini digunakan dalam kegiatan SRA. Pelatihan tersebut diharapkan menyediakan fasilitator daerah yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan SRA di Kutim.
Selain pelatihan fasilitator, Rita menyampaikan DP3A juga menjadwalkan sosialisasi SRA pada Jumat. Sosialisasi tersebut akan dilaksanakan melalui Zoom sebagai agenda lanjutan setelah pelatihan fasilitator daerah.
Rita menegaskan, rangkaian pelatihan dan sosialisasi tersebut merupakan agenda yang disiapkan dalam waktu dekat untuk mendukung percepatan standardisasi SRA di Kutim. Pelaksanaan kegiatan itu menjadi bagian dari aksi perubahan yang ia jalankan bersama Dinas Pendidikan.
“Jadi ada dua agenda dalam waktu dekat ini yang akan saya laksanakan terkait sekolah ramah anak,” ujar Rita. Agenda tersebut meliputi pelatihan fasilitator daerah dan sosialisasi SRA melalui Zoom.(hb)


















