VIRALKALTIM– Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) dan Adat Besar Kutai (ABK) menggandeng PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dan Pama Persada Nusantara (PPN) menanam ratusan pohon di Kawasan Wisata Muara Gabus Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur.

Kegiatan digelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH). Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi.
Dikatakan Ketua Gekraf, Rustam Effendi Lubis, pihaknya menanam sekira 400 pohon pelindung berjenis trembesi. Pohon ini bermanfaat bagi lingkungan terutama membantu reboisasi hutan maupun untuk penghijauan. Terkenal dengan kemampuan daunnya yang mampu menyerap CO2 secara maksimal, pohon ini merupakan salah satu pohon yang dapat memperbaiki kualitas udara di sekelilingnya.
“Jadi untuk bibitnya kami dibantu oleh KPC, sedangkan untuk acara pelepasan dibantu sama PT. PAMA. Alhamdulillah acara berjalan lancar,” ujar Lubis.
Kegiatan kata Lubis, dilaksanakan selama tiga hari. Dimulai hari Sabtu-Senin (17/06/2924). Pelepasan dilaksanakan pukul 09.00 WITA tadi pagi. Hadir dalam undangan diantaranya perwakilan KPC Acting GM External Nanang, perwakilan PAMA, Polres, Lanal, Pemerintah Desa, Adat Besar, Gekraf, dan beberapa komunitas pencinta alam seperti Abu Nawas, MTMA, dan lainnya.
“Selain untuk pelindung, menanam pohon merupakan langkah kecil namun signifikan dalam mengatasi masalah polusi udara. Pohon memiliki kemampuan alami untuk menyerap gas polutan seperti nitrogen oksida, ozon, amonia, dan sulfur dioksida dari udara yang kita hirup,” jelas Lubis.
Pastinya lanjut Lubis, pohon merupakan salah satu upaya untuk memperindah jalan. Apalagi, lokasi titik tanam di kawasan Wisata Muara Gabus. “Tentu saja ini merupakan salah satu kepedulian kami untuk menjaga lingkungan, menjaga bumi. Diantara upaya kami ialah menanam pohon,” jelasnya. (adv)


















