VIRALKALTIM — Selain jalan, kebutuhan air bersih menjadi prioritas besar bagi Kutai Timur. Ketua Komisi C DPRD Kutim, H. Ardiansyah, menuturkan bahwa sejumlah kecamatan telah masuk daftar penerima pembangunan sistem air bersih melalui skema Multi Years Contract (MYC).
“Ada Sangatta Utara terkait kawasan Kenyamukan, kemudian Kaliorang, Sangkulirang, Bengalon, dan beberapa kecamatan lain. Semua sudah masuk MYC karena skalanya besar,” ungkapnya.
Meski fokus utama MYC adalah jalan penghubung kecamatan, Ardiansyah menegaskan air bersih tak boleh diabaikan. Ia menyebut kebutuhan infrastruktur air bersih menjadi bagian penting dalam pembahasan APBD 2026.
Dalam aspek jalan, pemerintah memprioritaskan akses menuju Muara Bengalon, jalan dari Bengalon ke Blok Beruang, serta konektivitas Sandaran termasuk jalur Manubar Seriung.
“Tahun depan kita lanjutkan. Meskipun semua prioritas, namun jembatan dikerjakan dulu, baru infarstruktur jalan. Ini agar akses benar-benar terbuka,” tegasnya.
Dengan kombinasi program jalan dan air bersih, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata. Ardiansyah juga optimistis bahwa pemerataan infrastruktur pada 2029 bukan sekadar target, tetapi arah kerja nyata pemerintah.
“InsyaAllah 2029, infrastruktur kita sudah merata. Semua kita dorong dari sekarang. Karena semua kebutuhan yang harus kita penuhi.,” pungkasnya.
Dirinya berharap agar kiranya masyarakat sabar dan terus mendorong agar pembangunan dapat merata di Kutim khususnya wilayah pemilihannya. “Kita dioakan hingga akhir pemerintahan Ardiansyah-Mahyunadi semua sudah terealisasi,” harapnya. (Adv/ss)


















