VIRALKALTIM – Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah opini audit yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan anggaran suatu kementerian/lembaga pemerintah (K/L).
WTP sangatlah penting bagi suatu K/L karena Opini tersebut merupakan citra positif yang menunjukkan bahwa roda pemerintahan telah dikelola secara akuntabel dan bisa menjadi tanda suatu K/L terbebas dari korupsi.
Lalu bagaimana caranya mendapatkan opini WTP tersebut? Simak tips berikut yang telah dirangkum dari berbagai sumber:
Laporan keuangan K/L harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan (SAP). SAP sendiri adalah pedoman penyusunan laporan keuangan pemerintah. Selain itu, penyajian laporan keuangan tidak mengandung salah saji yang material.
Efektivitas Sistem Pengendalian Internal (SPI). Pengendalian internal yang kuat akan menghasilkan laporan keuangan yang efisien, efektif, dan patuh terhadap peraturan, istilah lainnya adalah Internal Control of Financial Reporting (ICOFR).
Sebagai contoh berdasarkan tingkat transaksi, harus dilakukan Segregation Of Duties yaitu pemisahan tugas untuk menghindari terjadinya kecurangan. Pegawai yang mengeluarkan uang, menggunakan dan menyimpan harus berbeda. Selain itu, menurut Bahtiar Arif sebagai auditor utama BPK, pengendalian transaksi yang penting dan harus dijaga adalah belanja, persediaan, dan aset tetap.
Pengungkapan informasi di laporan keuangan juga harus jelas dan detail. Sebagai contoh, dalam laporan keuangan disebutkan sebuah K/L memiliki kas Rp. 1 miliar. Kemudian K/L terkait harus menjelaskan penempatan dana untuk kas tersebut. Begitu juga dengan pengungkapan atas akun-akun yang lain.
Pelaksanaan anggaran harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sebagai contoh, ketika sudah mengeluarkan anggaran untuk membuat bangunan, tapi bangunannya tidak ada, hal ini menyalahi aturan.
Karena sulitnya merait WTP, maka Arfan, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung Pemerintah Daerah dalam mencapai prestasi ini.
“WTP itu bukan hal yang mudah. Mendapatkan pengakuan atas laporan keuangan terbaik menunjukkan adanya prestasi yang signifikan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Ini adalah prestasi yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan ke depannya,” ujar Arfan.
Menurut Arfan, keberhasilan ini adalah hasil kerja keras semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia menekankan bahwa menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah sangat penting untuk mempertahankan opini WTP ini.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan hasil yang luar biasa. Penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki kinerja keuangan daerah di masa mendatang,” tambahnya.
Penghargaan WTP ini tidak hanya mencerminkan tata kelola keuangan yang baik, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kutai Timur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Arfan berharap pencapaian ini akan mendorong pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi dan bekerja lebih keras demi kemajuan Kutim. Dengan begitu, Kutim dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warganya. (adv)


















