VIRALKALTIM– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kutai Timur, khususnya Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, berpotensi menimbulkan dampak luas, mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga kerugian ekonomi dan terganggunya pendidikan anak.
Sekretaris Jenderal RK1 Kutai Timur, Surahman Thalib, menilai dampak kabut asap juga meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
RK1 mengapresiasi upaya pemerintah dalam pemadaman api, sekaligus mendorong pemerintah daerah dan DPRD mengambil langkah konkret, seperti menyediakan layanan kesehatan gratis dan membagikan masker kepada warga terdampak melalui puskesmas dan pustu.
Untuk jangka panjang, RK1 mendorong pemanfaatan teknologi deteksi dini berbasis AI dan satelit, penyusunan peta digital wilayah rawan karhutla, serta pelibatan komunitas peduli lingkungan dalam upaya pencegahan.
Surahman juga mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Surahman Thalib.(*)


















