VIRALKALTIM – Kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai berangsur membaik. Meski demikian, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kesehatan, khususnya kelompok rentan.
Ardiansyah mengatakan, bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung perlu mendapat perhatian lebih di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya pulih.
“Bayi, balita, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan penderita penyakit pernapasan maupun jantung adalah kelompok yang paling rentan terpapar bahaya kabut asap. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur wajib hadir dan melindungi mereka,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, berbagai langkah penanganan telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari distribusi masker gratis hingga penyediaan ruang udara bersih di sejumlah fasilitas pemerintah.
Puskesmas di seluruh kecamatan juga terus melakukan pemantauan kualitas udara dan menyampaikan informasi secara berkala kepada Posko Penanganan serta Dinas Lingkungan Hidup. Informasi tersebut selanjutnya menjadi bahan penyampaian kepada masyarakat.
Masker N95, KN95, atau jenis yang setara diberikan dengan memprioritaskan kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara.
Selain itu, ruang udara bersih atau clean air shelter yang dilengkapi alat penjernih udara telah disiapkan di Puskesmas dan sejumlah gedung pemerintah yang ditunjuk. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat berlindung sementara apabila kondisi udara kembali memburuk.
Ardiansyah juga meminta masyarakat tidak lengah meskipun kondisi asap mulai menghilang. Warga diminta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi pemerintah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta selalu memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi. Mari kita saling menjaga, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan perlindungan,” pungkasnya.
(adv/dy)


















