VIRALKALTIM – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memerintahkan seluruh jajaran sektor kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan maksimal dalam menghadapi dampak kabut asap yang kini menyelimuti wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Langkah ini tertuang dalam instruksi resmi yang disampaikan melalui Dinas Kesehatan, untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi seluruh masyarakat.
“Kabut asap yang terjadi saat ini menjadi perhatian serius bagi kami. Kesehatan warga adalah prioritas utama. Saya minta Dinas Kesehatan dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan bekerja secara aktif dan terkoordinasi, melaporkan perkembangan situasi setiap hari agar kita dapat mengambil kebijakan yang tepat waktu,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Sesuai instruksi, seluruh Rumah Sakit, Puskesmas, klinik, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah wajib membuka layanan kewaspadaan selama 24 jam.
Tenaga medis, obat-obatan, oksigen, nebulizer, serta sistem rujukan dipastikan tersedia memadai. Tenaga kesehatan juga ditingkatkan kemampuannya untuk deteksi dini dan penanganan kasus terkait kabut asap maupun penyakit sensitif iklim secara menyeluruh.
Surveilans harian terhadap ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit, hingga penyakit jantung dan paru kini berjalan aktif melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Setiap kasus wajib dilaporkan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Kami tidak hanya fokus pada dampak langsung kabut asap, tetapi juga waspada terhadap penyakit lain yang rentan muncul saat musim kemarau seperti malaria dan demam berdarah. Penyuluhan dan pengawasan akan terus diperkuat,” tegas Ardiansyah.(adv/dy)


















