VIRALKALTIM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Baznas Kutim, Drs. K.H. Masnip Sofwan, mengatakan, terdapat sejumlah program utama yang menjadi fokus Baznas Kutim dalam menyalurkan zakat kepada para mustahik atau penerima manfaat.
Program tersebut dikemas dalam lima program utama, yakni Kutim Peduli, Kutim Sehat, Kutim Cerdas, Kutim Sejahtera, dan Kutim Taqwa.
Kutim Peduli
Program Kutim Peduli merupakan program pendistribusian bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat fakir, miskin, dan dhuafa.
Bantuan diberikan kepada berbagai kelompok yang membutuhkan, di antaranya korban bencana, lanjut usia (lansia) yang tidak berdaya, anak yatim piatu yang masuk kategori mustahik, musafir, hingga bantuan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Melalui program ini, Baznas Kutim berupaya hadir membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kutim Sehat
Selanjutnya, program Kutim Sehat berfokus pada bantuan di bidang kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang mengalami musibah atau membutuhkan layanan kesehatan.
Bentuk bantuan di antaranya berupa pembiayaan pengobatan, bantuan kepesertaan atau pembiayaan BPJS, serta pelaksanaan khitan massal secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kutim Cerdas
Di bidang pendidikan, Baznas Kutim memiliki program Kutim Cerdas. Program ini diarahkan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Bantuan diberikan kepada pelajar hingga mahasiswa. Baznas juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang mengalami kendala ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mencegah anak-anak dari keluarga kurang mampu putus sekolah sekaligus mendorong lahirnya generasi Kutai Timur yang berpendidikan dan berprestasi.
Kutim Sejahtera
Sementara itu, program Kutim Sejahtera diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kurang mampu.
Baznas memberikan bantuan pengembangan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain bantuan usaha, terdapat pula dukungan berupa pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan Gada Pratama, sehingga penerima manfaat memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar mampu meningkatkan taraf ekonomi secara mandiri.
Kutim Taqwa
Program terakhir adalah Kutim Taqwa yang berfokus pada penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
Program ini mencakup penyaluran bantuan bagi santri fakir dan miskin di pondok pesantren yang berada di Kutai Timur, penyediaan Al-Qur’an secara gratis, penguatan syiar Islam, serta pengembangan Madrasah Diniyah (Madin) berbasis sekolah dasar (SD) dan Madrasah Al-Qur’an.
Masnip Sofwan menegaskan, kelima program tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas Kutim agar dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang luas dan tepat sasaran.
“Melalui program-program ini, kami ingin memastikan zakat yang dititipkan masyarakat dapat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Baznas Kutim juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi, sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara terarah, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kutai Timur.(adv/dy)


















