VIRALKALTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni penyaluran bantuan berupa masker, modul pembelajaran luring, serta bantuan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut akan didistribusikan melalui aparat kecamatan dan desa.
Pemkab Kutim juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama terhadap kelompok rentan. Camat, Kepala Desa, dan Lurah diminta melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan serta membantu akses mereka menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Untuk mengurangi paparan asap, kegiatan kemasyarakatan dan keramaian yang dilaksanakan di luar ruangan diminta untuk sementara ditunda hingga kualitas udara kembali membaik.
Di sisi lain, pemerintah daerah meminta Camat, Kepala Desa, dan Lurah berkoordinasi dengan perusahaan pertambangan dan perkebunan di wilayah masing-masing. Perusahaan diminta turut melakukan penyiraman jalan angkut atau hauling serta pengendalian debu guna membantu mengurangi dampak polusi udara.
Pemantauan kondisi di lapangan juga diperkuat. Setiap perkembangan situasi terkait kabut asap, titik api, maupun kebakaran lahan wajib dilaporkan secara berkala melalui Camat kepada Posko Penanganan.
Laporan situasi harian tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan memastikan penanganan dilakukan secara terpadu.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, aparat keamanan, perusahaan, serta kelompok peduli api untuk bersama-sama mencegah kebakaran dan mengurangi dampak kabut asap.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, kondisi udara di Kutai Timur diharapkan dapat segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (adv)


















