VIRALKALTIM– Program Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas kembali menjadi bagian dari upaya Dinas Perhubungan Kutai Timur (Kutim) memperkuat pemahaman remaja tentang keselamatan di jalan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seleksi pelajar, tetapi juga ruang pembelajaran agar peserta memahami pentingnya perilaku aman saat berkendara.
Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur, Dr. Poniso Suryo Renggono melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Mega Pujiyanti, menjelaskan program tersebut menyasar pelajar yang mulai beraktivitas menggunakan kendaraan dalam kesehariannya. Pengetahuan mengenai aturan dan tata cara berlalu lintas dinilai perlu diberikan sejak dini sebagai bekal sebelum mereka semakin aktif di jalan raya.
Tahun ini, pelaksanaan Pelajar Pelopor telah dilakukan di tingkat Kabupaten Kutim. Dari proses tersebut, perwakilan terpilih kemudian dikirim untuk mengikuti tahapan seleksi di Samarinda pada tingkat provinsi.
Hasilnya, wakil Kutim dari SMAN 1 Sangatta berhasil membawa pulang juara III dalam seleksi Pelajar Pelopor tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Prestasi tersebut menjadi hasil dari keterlibatan pelajar Kutim dalam program yang membawa misi keselamatan berlalu lintas.
Menurut Mega, keikutsertaan pelajar dalam program tersebut memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar mengikuti perlombaan. Peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang dapat diterapkan ketika berada di jalan sekaligus dibagikan kepada teman sebaya.
“Pelajar pelopor itu salah satunya sebagai pelopor keselamatan jalan, bagaimana keselamatan saat berkendara dan bagaimana tata cara di jalan. Itu juga harus dipelajari,” kata Mega.
Melalui program tersebut, pelajar didorong memahami bahwa keselamatan berkendara berkaitan erat dengan perilaku setiap pengguna jalan. Pemahaman itu penting terutama bagi remaja yang mulai mengenal aktivitas berkendara dan berinteraksi lebih sering dengan lalu lintas.
Mega menyebut kegiatan Pelajar Pelopor juga menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memberikan pengetahuan kepada generasi muda. Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan dirinya, tetapi turut mengingatkan lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
“Selain menjadi pelopor, kegiatan ini juga untuk menambah pengetahuan dan pemahaman remaja tentang keselamatan jalan raya,” ujarnya.
Dishub Kutim berharap keberadaan pelajar yang mengikuti program tersebut dapat memberikan dampak di lingkungan sekolah maupun pergaulan mereka. Dengan semakin banyak pelajar memahami keselamatan lalu lintas, pesan mengenai berkendara secara tertib diharapkan dapat menyebar melalui lingkungan sebaya.(adv/mel)


















