VIRALKALTIM— Terkait pemasangan listrik 24 jam di 140 desa, DPRD Kutai Timur menegaskan bahwa percepatan elektrifikasi tetap menjadi prioritas meskipun masih ada beberapa titik yang belum tersentuh.
Jimmi menjelaskan bahwa sebagian wilayah sudah menikmati listrik penuh, tetapi sejumlah daerah lain masih mengalami keterlambatan karena kendala teknis dan sosial.
“Spot-spot tertentu masih belum terjangkau. Tapi tetap kita kejar terkait listrik tersebut. Karena harapan terbesar kita,semua wajib menikmati listrik,” katanya.
Menurutnya, persoalan yang paling sering muncul adalah keberatan warga terhadap penggunaan lahan mereka untuk pemasangan jaringan listrik. PLN melaporkan bahwa beberapa titik tidak dapat dipasang tiang jaringan karena pemilik lahan tidak memberikan izin.
“Masih ada masyarakat yang keberatan ketika lahannya dilalui jaringan listrik. Nah ini yang menjadi kendala kita,” jelas Jimmi.
DPRD telah meminta para anggota dewan di masing-masing daerah pemilihan untuk membantu memediasi persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemasangan jaringan listrik adalah kepentingan bersama dan tidak boleh terhambat oleh persoalan kecil.
“Kami minta dewan di dapilnya turun membantu mediasi supaya PLN bisa bekerja,” tambahnya.
Jimmi menilai bahwa sebagian besar penolakan bukan karena masyarakat tidak setuju, melainkan karena mereka sendiri belum bisa langsung menikmati sambungan listrik, sehingga muncul protes.
Ia berharap komunikasi intensif antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mempercepat penyelesaian hambatan tersebut sehingga seluruh desa segera mendapat layanan listrik 24 jam. (Adv/ss)


















