VIRALKALTIM– Beberapa hari lalu Anggota DPRD Kutim Faizal Rahman menghadiri acara Pelantikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kutim.
Ia mendapatkan kesempatan untuk memaparkan terkait seorang pengusaha. Faizal yang juga merupakan pengusaha tersebut dengan senang hati berbagi pengalaman.
“Kalau kita berusaha, kemudian mendapatkan hasil, kita jangan dulu beli ini dan itu. Jangan beli HP mahal. Kendaraan. Tetapi diputar dulu keuntungan tersebut. Jangan dulu urus kepentingan pribadi,” ujar politisi PDIP itu.
Namun yang menjadi fokusnya ialah, masalah pembangunan di Kutim. Kata dia, Kutim memiliki banyak pengusaha yang handal. Pengusaha yang besar. Namun sayang, beberapa kegiatan kurang dilirik.
Contoh kasus masalah proyek infrastruktur jalan. Ia menceritakan saat jalan ke Kaliorang. Anggota DPRD dua periode itu menjumpai jalan yang tak sesuai dengan harapan. Padahal, jalan tersebut merupakan proyek Multi Years.
“Kami ke Kaliorang, pekerjaannya bengkok-bengkok pekerjaan kayak PL. Kami kira PL. Ternyata MY. Apakah pekerjaannya memuaskan,” tanya Faizal.
Jika pekerjaan demikian lanjut anggota DPRD Dapil 5 tersebut, kontraktor juga mampu. Tak harus mengambil kontraktor dari luar.
“Tidak satupun dari pengusaha Kutim.Di Kutim tidak ada satupun ada. Dari luar semua. Apakah pekerjaannya memuaskan. Semenisasi juga begitu. Kalau gini kontraktor Kutim juga bisa,” katanya.
Faizal yakin ,jika pengusaha muda di Kutim mempu bersiang dengan luar. Semua memiliki potensi. Tinggal memanfaatkan peluang.
“Kita punya peluang yang besar. Pengusaha muda yang di HIPMI tidak lagi menunggu bola datang, tetapi menjemput. Kita banyak komunikasi kepada pemerintah bahwa kita mampu,” katanya.
Kata dia, tantangan 2030, menegaskan bahwa Kutim harus mandiri bidang agribisnis. Saat ini masih jauh. Ada 10 ribu hektar di Kaliorang pisang kepok. Ini memerlukan dorongan pengusaha membuka pangsa ekspor. Sehingga bisa diperluas.
“Kalau 10 ribu saja kita kewalahan bagaimana kalau lebih. Nanas juga. Kita bantu alat pengangkut nanas. Itu dianggarkan alat pengangkut. Sekira 1 miliar kita bantu,” katanya. (adv)


















