VIRALKALTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengoptimalkan peran tenaga fungsional, khususnya Pamong Budaya, dalam merumuskan dan menjalankan berbagai program pemajuan kebudayaan di daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan saat ini terdapat delapan orang Pamong Budaya yang menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program kebudayaan di Kutim.
Menurutnya, keberadaan Pamong Budaya tidak hanya berkaitan dengan kegiatan administrasi kebudayaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menggali, melestarikan, mengembangkan, serta mempromosikan potensi seni dan budaya yang dimiliki Kutai Timur.
“Pamong budaya ini memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menjalankan program pemajuan kebudayaan. Mereka bersentuhan langsung dengan berbagai potensi dan pelaku kebudayaan di lapangan,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, salah satu peran yang terus didorong adalah pembinaan kesenian. Pamong Budaya dapat terlibat dalam pelaksanaan pelatihan, workshop, festival seni dan budaya, hingga pendampingan terhadap komunitas dan pelaku seni lokal.
Selain itu, Pamong Budaya juga berperan dalam pelestarian tradisi. Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi dan dialog bersama pemangku adat, seniman, budayawan, serta masyarakat yang masih menjalankan berbagai tradisi lokal.
“Tradisi dan kebudayaan lokal harus terus dijaga. Karena itu, komunikasi dengan pemangku adat, seniman dan budayawan menjadi penting untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.
Tidak kalah penting, Pamong Budaya juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan dan pelindungan warisan budaya di Kutai Timur. Salah satunya melalui pengawalan terhadap rencana pendirian museum lokal serta upaya perlindungan terhadap berbagai objek yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Keberadaan museum diharapkan nantinya dapat menjadi ruang edukasi sekaligus pusat dokumentasi berbagai peninggalan dan kekayaan budaya Kutai Timur.
Ilham menegaskan, penguatan kapasitas dan optimalisasi Pamong Budaya menjadi bagian dari upaya Disdikbud Kutim agar program kebudayaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.
Dengan dukungan tenaga fungsional yang memiliki kompetensi di bidang kebudayaan, pemerintah daerah berharap potensi seni, tradisi, dan warisan budaya Kutim dapat semakin terdata, terlindungi, dikembangkan, serta dikenal lebih luas.
“Targetnya tentu bagaimana kebudayaan di Kutai Timur ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(dy/adv)


















