VIRALKALTIM– Inovasi penanganan stunting melalui program Dapur Stunting mengantarkan Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), meraih penghargaan sebagai Terbaik II dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah desa bersama masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan dan penurunan stunting melalui berbagai program inovatif. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan Dapur Stunting sebagai bagian dari intervensi di tingkat desa.
Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat (PKSBM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMDes) Kutim, Muhammad Bashori, mengatakan capaian Desa Singa Gembara menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari desa dapat memberikan dampak positif dalam mendukung program pemerintah.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memberikan apresiasi atas prestasi Desa Singa Gembara. Ini menunjukkan bahwa desa mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam percepatan pencegahan serta penurunan stunting,” kata Bashori.
Penghargaan tersebut diumumkan melalui surat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Nomor 400.10/614/DPMPD-I/2026 tertanggal 27 Agustus 2026. Desa Singa Gembara memperoleh total skor 119.
Dalam penilaian tersebut, Desa Singa Gembara berada di posisi kedua setelah Desa Kahala, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang meraih skor 127. Sementara posisi ketiga ditempati Desa Linggang Muara Leban, Kabupaten Kutai Barat, dengan skor 111.
Bashori berharap keberhasilan Desa Singa Gembara dapat menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Kutim untuk terus melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami berharap semua desa terus berinovasi. Apa yang dilakukan Desa Singa Gembara bisa menjadi contoh bagi desa lainnya untuk mengembangkan program yang kreatif, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan DPMDes Kutim akan terus mendorong desa agar tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi menjadikan inovasi sebagai bagian dari tata kelola pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai program pencegahan stunting dapat terus diperkuat dari tingkat desa.(adv/dy)


















