VIRALKALTIM — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jimmi, menegaskan pentingnya menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat sebagai dasar terciptanya keharmonisan di tengah keberagaman. Menurutnya, toleransi bukan hanya sikap saling menghormati, tetapi juga komitmen bersama untuk menjaga persatuan demi kemajuan daerah.
Jimmi menyampaikan, Kutai Timur adalah miniatur Indonesia dengan berbagai latar belakang suku, budaya, dan keyakinan. Kondisi itu harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. “Toleransi adalah kemampuan menerima perbedaan dengan hati yang lapang. Kita hidup berdampingan dalam keberagaman, dan itu adalah kekayaan yang harus dijaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa toleransi bukan sekadar ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Masyarakat diharapkan dapat menghindari provokasi, menghargai pendapat orang lain, dan tetap menjaga kerukunan meski memiliki perbedaan pandangan.
“Kita boleh berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak hubungan sosial,” tegasnya.
Dalam pandangannya, menciptakan lingkungan yang toleran juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan. Jimmi menyebut bahwa DPRD Kutim terus mendorong berbagai program yang memperkuat nilai persatuan, termasuk kegiatan kebudayaan, pendidikan karakter, dan pembinaan generasi muda.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai toleransi sejak dini. Anak-anak harus diajarkan bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan justru mencerminkan kekayaan bangsa.
“Pendidikan toleransi harus dimulai dari rumah. Jika anak-anak dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kasih dan penghargaan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih terbuka,” jelasnya.
Jimmi juga mengingatkan bahwa menjaga toleransi adalah bagian dari upaya menciptakan stabilitas sosial. Kerukunan antarwarga menjadi modal besar untuk mendukung pembangunan daerah.
“Investasi, ekonomi, dan pembangunan hanya bisa berjalan baik jika masyarakat hidup dalam suasana aman dan damai,” katanya.
Dengan menutup penyampaiannya, Jimmi berharap nilai toleransi terus tumbuh dan mengakar di Kutai Timur. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan serta menjadikan toleransi sebagai perilaku sehari-hari.
“Kutim maju bukan hanya karena pembangunan fisik, tetapi karena masyarakatnya mampu menjaga harmoni,” pungkasnya.(dy/adv)


















