VIRALKALTIM — Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Pamapersada Nusantara bersama Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra menyelenggarakan Pelatihan Food Hygiene, Gramasi & Hospitality pada Sabtu (25/7) di RM Paino, Sangatta. Kegiatan ini diikuti oleh 32 pelaku UMKM binaan dari wilayah Sangatta dan Bengalon.
Pelatihan menghadirkan General Service Section Head PT Pamapersada Nusantara site KPCS, Bhimo Cahyo Nusantoro sebagai instruktur. Materi yang disampaikan berfokus pada penerapan standar kebersihan pangan (food hygiene), konsistensi gramasi produk, serta pelayanan prima (hospitality) sebagai fondasi dalam menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.
Dalam sambutannya, Dept. Head CSR PAMA site KPCS, Agung Dwi Ananto Jati, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas UMKM menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam program pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi salah satu program penting bagi UMKM binaan dalam mengembangkan usahanya. Melalui pelatihan Food Hygiene, Gramasi, dan Hospitality ini, kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang telah disampaikan sehingga mampu meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku UMKM dalam menerapkan standar keamanan pangan, menjaga konsistensi ukuran atau gramasi produk, serta memberikan pelayanan yang profesional kepada pelanggan. Dengan penerapan ketiga aspek tersebut, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas usaha, memperkuat kepercayaan konsumen, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Syahra Hadi, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahanya.
“Ternyata masih banyak hal yang harus saya perbaiki dan kembangkan dalam usaha saya. Memenuhi standar yang dibutuhkan oleh perusahaan memang membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi saya akan berusaha menerapkan ilmu yang telah saya peroleh dari pelatihan ini,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, PAMA berharap UMKM binaan tidak hanya mampu menghasilkan produk yang aman dan berkualitas, tetapi juga membangun budaya pelayanan yang profesional. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha UMKM di tengah persaingan yang semakin dinamis.(*)


















