VIRALKALTIM – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali meluncurkan program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) pada 2026. Dari total 200 unit yang disiapkan, sebanyak 150 unit diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sedangkan 50 unit lainnya untuk program relokasi masyarakat terdampak kebakaran.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kutim, H. Ahmad Iip Makruf, ST., MT, didampingi Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kutim, Mohammad Noor, serta Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum, Asran Lode, menjelaskan bahwa program RLH 2026 difokuskan pada pembangunan rumah baru.
“Untuk tahun 2026 ini, program RLH merupakan bangunan baru. Tidak ada program bedah rumah,” jelasnya.
Untuk pembangunan RLH bagi MBR, sebanyak 150 unit akan dibangun di tiga kecamatan, yakni Bengalon, Muara Wahau dan Kongbeng. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki hunian yang lebih layak dan aman.
Sementara itu, 50 unit RLH lainnya dialokasikan melalui program relokasi pemerintah di Kecamatan Batu Ampar, khususnya bagi masyarakat yang terdampak musibah kebakaran.
Program RLH ini melanjutkan pelaksanaan pembangunan rumah layak huni yang telah dilakukan Perkim Kutim pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2024, program bangun baru terealisasi sebanyak 79 unit di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Kemudian pada 2025, Perkim Kutim melaksanakan pembangunan baru sebanyak 205 unit yang tersebar di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Rantau Pulung. Selain itu, terdapat program bedah rumah sebanyak 474 unit di wilayah yang sama.
Memasuki 2026, pembangunan kembali diarahkan pada penyediaan rumah baru. Sebanyak 150 unit untuk MBR dan 50 unit untuk program relokasi di Batu Ampar menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
Dinas Perkim Kutim berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sehingga pemenuhan kebutuhan rumah layak huni di seluruh wilayah Kutai Timur dapat dilakukan secara bertahap. (adv/dy)


















