VIRALKALTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Pra Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari persiapan rembuk budaya dan penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kutai Timur.
Kegiatan tersebut didampingi tim dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Pra FGD difokuskan pada inventarisasi serta pengumpulan data awal mengenai berbagai aspek kebudayaan yang berkembang di Kabupaten Kutai Timur.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan proses pengumpulan data melibatkan informan dari berbagai lintas sektor, pelaku budaya, hingga komunitas.
“Melalui kegiatan ini kita melakukan inventarisasi dan mengumpulkan data awal kebudayaan daerah Kutai Timur dengan melibatkan informan dari berbagai lintas sektor, budaya dan komunitas,” ujar Ilham.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut penting untuk memastikan informasi yang dihimpun benar-benar valid serta dapat menggambarkan kondisi kebudayaan Kutai Timur secara menyeluruh.
“Harapannya kita mendapatkan informasi yang valid dan bisa mewakili semua unsur kebudayaan yang ada di Kutai Timur,” jelasnya.
Di sela kegiatan Pra FGD, tim kerja FIB Unmul juga mengunjungi Galeri Arkeologi/Budaya Kutai Timur. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung potensi serta kondisi pengelolaan galeri sebagai ruang edukasi dan pelestarian kebudayaan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, muncul berbagai masukan dan pandangan terkait pengembangan serta pengelolaan galeri yang diharapkan dapat menjadi cikal bakal lahirnya museum di Kutai Timur.
Salah satu gagasan yang mengemuka yakni perlunya pembentukan struktur organisasi Galeri Arkeologi agar pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain itu, peningkatan jumlah kunjungan juga menjadi perhatian, khususnya dengan mendorong keterlibatan berbagai komunitas dan satuan pendidikan. Galeri diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan memamerkan peninggalan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Masukan dari tim FIB Unmul tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam merumuskan langkah pengembangan Galeri Arkeologi/Budaya Kutai Timur sekaligus memperkuat upaya pelestarian kebudayaan daerah.
Hasil inventarisasi dan pengumpulan data dalam Pra FGD selanjutnya menjadi bagian penting dalam penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kutai Timur sebagai dasar perencanaan dan pengembangan kebudayaan di daerah.(adv/dy)


















