VIRALKALTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menyatukan berbagai aplikasi dan website pemerintahan melalui Terpadu Digital Kutim, Platform ini menjadi kanal bersama yang menghubungkan layanan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga desa.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar, mengatakan integrasi dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan yang sebelumnya berada di kanal berbeda.
“Tujuannya adalah menyatukan semua aplikasi, menyatukan semua web yang ada di Kutim. Baik OPD, kecamatan maupun desa kita jadi satu wadah, kanal, sehingga tidak lagi susah-susah,” kata Ronny saat diwawancarai, Rabu (02/09/2026).
Penerapan dilakukan secara bertahap. Dari 139 desa di Kutim, masih sekitar 50 desa yang belum terakomodasi. Ronny berharap seluruh desa dapat masuk dalam pengembangan berikutnya.
“Masih bisa tinggal 50 desa lagi yang belum terakomodir karena memang keterbatasan. Mudah-mudahan nanti di perubahan bisa semua clear, semua 139 desa,” ujarnya.
Pengembangan juga diarahkan pada pembelajaran jarak jauh melalui LMS, Zoom, dan modul sehingga operator dapat belajar tanpa selalu mengikuti bimbingan teknis secara langsung.
Sejumlah layanan OPD telah masuk dalam platform, di antaranya Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Koperasi, Disdukcapil, serta Kecamatan Karangan. Salah satunya SIAP KAWAL untuk layanan Disdukcapil agar masyarakat dapat memilih layanan dari satu tempat.
“Sehingga kalau bisa semua aplikasi yang ada kita jadikan satu, supaya masyarakat tidak banyak membuka website,” tuturnya.
Terpadu Digital Kutim saat ini juga sudah dapat diakses melalui perangkat Android dan tersedia di Play Store. Sementara pengembangan untuk App Store masih dalam proses. Integrasi tersebut dilakukan bertahap dengan tujuan menyederhanakan akses masyarakat terhadap berbagai layanan pemerintah.(adv/mel)


















