VIRALKALTIM– Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengingatkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan pemerintahan tidak boleh menghilangkan peran manusia. Teknologi tetap harus didukung aparatur yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Mahyunadi saat memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis Website Kecamatan dan Desa serta Transformasi Digital, Optimalisasi Website dan Pemanfaatan AI untuk Pelayanan Masyarakat, sekaligus launching layanan digital terpadu di Kutim, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebab, pelayanan tetap bergantung pada aparatur yang mengoperasikan dan menjalankan sistem tersebut.
“Semangat untuk memberikan pelayanan itu tidak bisa ditimbulkan oleh AI. Semangat memberikan layanan tidak bisa di-AI-kan,” tegas Mahyunadi.
Ia mencontohkan, layanan berbasis AI tidak akan berjalan maksimal apabila operator yang bertugas tidak responsif. Karena itu, kehadiran teknologi harus tetap diiringi aparatur yang rajin, jujur, kompeten, dan bertanggung jawab.
“Kalau masyarakat telah meminta layanan AI tapi operatornya berdiam diri, maka tidak jalan juga kegiatan ini,” ujarnya.
Mahyunadi juga mengingatkan agar pembangunan portal dan layanan digital tidak berhenti pada tahap peluncuran. Sistem yang telah dibuat harus diikuti pelayanan yang cepat dan optimal kepada masyarakat.
“Jangan sudah ada layanan portal yang dibuat oleh Diskominfo, sudah di-launching, tetapi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat masih lambat,” katanya.
Transformasi digital, lanjut Mahyunadi, pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Kutim. Teknologi dan SDM harus berjalan bersama agar digitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(adv/mel)


















